7 Sajian Khas Nyepi dan Filosofinya Yang Memiliki Banyak Makna


sisil angelin  March 5, 2019  0 Comment

Hari raya Nyepi adalah hari besar untuk umat agama Hindu. Di hari raya besar ini semua umat Hindu di seluruh Indonesia sudah pasti akan merayakannya dengan ritual adat dengan sajian khas nyepi, bukan hanya yang bertempat tinggal di Pulau Bali. Bagi umat beragama Hindu hari raya nyepi merupakan hari yang sangat sakral, hari di mana semua umat Hindu harus menyepi, merenungkan segala sesuatunya.

Perenungan tersebut dimaksudkan agar setelah perayaan Nyepi ini umat Hindu diharapkan bisa menjadi umat yang yang lebih, baik dalam sikap dan perilakunya. Perayaan Nyepi tidak seperti perayaan yang ada pada hari-hari besar agama lain di mana puncak perayaannya terjadi di hari H. Berbeda halnya dengan Nyepi, jika hari raya Nyepi perayaannya justru diadakan pada saat H-1 dan H+1.

Perayaan hari besar Nyepi terdiri dari beberapa rangkaian acara, di antaranya acara arak-arakan ogoh-ogoh, ritual brata atau yoga, melasti, ritual ngembak agni dan lain-lain. Seperti pada perayaan hari besar agama yang lain, di perayaan hari Nyepi ini sudah pasti tersedia beberapa sajian berbentuk kudapan atau kuliner yang masing-masing memiliki makna, arti dan filosofi yang sangat dalam.

Sajian yang selalu ada di perayaan Nyepi ini tersedianya tidak hanya di Bali, di seluruh Indonesia disediakan juga oleh umat Hindu yang merayakannya. Untuk mengetahui apa sajakah sajian yang biasanya hadir di perayaan hari Nyepi, Berikut dibawah ini sajian khas Nyepi berikut filosofinya :

1. Lawar

Lawar
bali.idntimes.com

Lawar merupakan salah satu sajian yang harus ada di setiap perayaan Nyepi. Lawar ini terdiri dari sayur-sayuran yang dicampur dengan daging yang sudah dicincang kecil-kecil. Jenis sayuran yang biasanya dipakai untuk membuat sajian lawar adalah sayur nangka. Setelah tercampur rata sayuran dan daging tadi diberi bumbu. Darah dari daging tersebut dimasukkan ke dalam masakannya untuk menambah cita rasanya. Kalau ingin lawar memiliki warna yang bermacam-macam, misalnya warna merah, putih atau padamare, pilihlah bahan yang bisa menghasilkan warna-warna yang dimaksud.

Review kuliner

Sejuk Berwisata Di Kebun Raya Bali (Bali Botanic Garden)

Nikmati Kelezatan Nasi Ayam Kedewatan Ibu Mangku

2. Pulung Nyepi

Pulung Nyepi

Covesia.com

Pulung Nyepi kalau kita lihat sepintas seperti kolak biji salak. Bedanya kalau Pulung Nyepi tidak menggunakan kuah santan dan tidak memakai gula merah. Bahan dasarnya adalah tepung beras dan tepung kanji. Sajian khas nyepi ini memang merupakan khas Bali, asalnya dari Desa Sukasada.   

3. Jaja Apem

Jaja Apem

cookpad.com

Kalau dalam bahasa Lombok, jaja diartikan sebagai kue. Yang menjadi ciri khas dari jajan atau kue apem Bali ini adalah tidak adanya gula jadi memang rasanya tidak begitu manis seperti yang bisa kita rasakan di kue apem yang dibuat oleh daerah lain. Biasanya supaya manis, ditambahkan sedikit gula merah yang sudah dicairkan. Ingin tambah enak lagi taburilah dengan kelapa muda yang telah diparut.

4. Cerorot

Cerorot

Kintamani.id

Sajian khas nyepi selanjutnya Cerorot, Manis rasanya, bertekstur kenyal, berbahan dasar tepung beras dan gula merah. Pembungkusnya adalah janur, dibentuk seperti kerucut. Cerorot juga banyak kita jumpai di daerah Jawa Tengah.

5. Entil

Entil
desawisatabelimbing.com

Entil merupakan makanan khas salah satu desa yang ada di Pulau Bali, yang bernama Desa Wongaya Gede. Entil ini kurang lebih sama seperti ketupat yang selalu tersedia di Idul Fitri. Perbedaannya kalau untuk umat Hindu, sarana untuk membungkus entil bukanlah daun pisang namun daun telinga atau daun nyilep. Setelah dibungkus diikat dengan bambu. Bedanya lagi dengan ketupat, entil ini proses memasaknya lebih lama. Oleh karena itulah rasanya jadi lebih lezat juga tahan lama. Cocok dimakan sebagai menu utama pada puncak hari raya Nyepi pada jaman dahulu yang tidak boleh menyalakan api. Daun nyilep atau daun taleng yang dimasak menimbulkan aroma yang harum.

6. Ketongkol

Ketongkol
malangtoday.net

Hampir sama dengan cerorot, sama-sama dibungkus namun kalau ketongkol daun pisanglah yang digunakan untuk membungkusnya. Ketongkol ini akan lebih sedap jika dimakan bersamaan dengan sayur, lauk dan tak lupa sambal matahnya. Namun jika ada yang ingin memakannya langsung tanpa tambahan apa-apa juga masih tetap terasa enak, gurih rasanya.

7. Nasi Tepeng

Nasi Tepeng

Sumber.com

Kalau enam sajian khas nyepi di atas merupakan kudapan atau bisa juga disebut dengan makanan ringan maka makanan kali ini yang diberi nama Nasi Tepeng tergolong ke dalam makanan berat. Yang ada di dalam Nasi Tepeng beraneka ragam sayur dan lauk. Yang harus ada tentu saja nasi putih, ditambah dengan sayuran yang bisa dipilih sesuai selera, seperti sayur kacang panjang, sayur nangka muda, sayur daun kelor, sayur terong. Untuk lauknya biasanya yang banyak dipilih adalah sate lilit khas Bali. Supaya lebih berwarna dan bervariasi bisa ditambahkan kacang tanah yang sudah disangrai. Terakhir di atas nasi putihnya ditaburi parutan kelapa yang sudah dibumbui dengan merata. Nasi Tepeng akan terasa lebih lezat jika disajikan di atas daun pisang. Namun banyak juga yang menyajikannya di atas piring yang terbuat dari tanah, yang dialasi dengan kertas coklat.

Hari raya Nyepi sebenarnya mempunyai makna atau filosofi tersendiri. Kalau dijabarkan secara harafiah, hari raya nyepi adalah hari dimana digantinya tahun Caka. Tahun Cakanya berganti dari yang lama ke yang baru. Filosofinya, kehidupan lama kita berubah atau berganti ke kehidupan yang baru. Di kehidupan yang baru tersebut berharap semuanya akan berjalan lebih baik.   

Di puncak hari raya Nyepi semua umat Hindu diharuskan menyepi, berdiam diri, menjauhi hingar bingar dan keramaian, suasananya harus benar-benar hening. Filosofinya ialah umat Hindu belajar dan berupaya untuk bisa berjalan beriringan dengan sesamanya dalam suasana yang sepi. Sepi dalam hal ini hening, damai dan harmonis.

Di hari raya Nyepi juga semua umat Hindu diharapkan untuk bisa introspeksi diri, mengevaluasi dirinya masing-masing, terutama dalam hal hubungannya dengan sesama manusia, dengan Tuhannya dan dengan alam sekitarnya. Tiga kategori hubungan ini dalam agama Hindu dikenal dengan nama Trihita Karan. Cara berevolusinya adalah dengan pemutihan diri, dengan berpantang dan berkontemplasi.

Dengan menyepi, hening sejenak, umat Hindu bisa mengingat kembali masa lalunya yang bisa dijadikan pelajaran terbaik untuk menyongsong masa depan yang lebih baik. Hari raya Nyepi membuat alam melakukan rotasi,  proses tanpa dicampuri atau dikotori oleh tangan manusia.

Alam bergerak sesuai dengan keinginannya sendiri secara murni dan alamiah. Dampak positifnya adalah lingkungan alam dan sekitarnya akan bersih untuk sementara waktu, tidak ada gas karbon yang terbuang karena memang kendaraan bermotor tidak boleh dihidupkan. Jika alamnya bersih, diharapkan manusianya juga bisa bersih, terjadi keseimbangan di antara keduanya.

Umat Hindu yang merayakan Nyepi tidak boleh menyalakan api. Filosofinya disini diharapkan umat Hindu bisa mengendalikan hawa nafsunya dikarenakan hawa nafsu. Api menjadi simbol dari hawa nafsu. Dalam suasana Nyepi yang sangat sepi dan hening, umat Hindu bisa memperkirakan dengan tepat, pekerjaan yang akan dilakukannya nanti harus disesuaikan dengan kemampuan.



Leave a Reply